Kamis, 16 Desember 2010

Kucing Warna Gelap Berisiko Tularkan Alergi


Binatang yang lucu dan imut ini merupakan salah satu yang dicintai oleh sebagian banyak orang. Namun, kucing juga ditakuti, karena menyebabkan alergi. Diperkirakan jumlah orang yang memiliki alergi kucing lebih besar dibandingkan dengan alergi anjing. Benarkah demikian?

Memang ucing adalah binatang yang menggemaskan, tentu tidak bagi orang yang memiliki alergi. Sebuah studi menuturkan bahwa alergi terhadap kucing ternyata dipengaruhi oleh warna bulu kucing itu sendiri.


Selama ini diketahui, bahwa sumber dari alergi adalah protein yang ditemukan pada bulu kucing, urine, serta air liurnya, sehingga membuat semua jenis kucing bisa menyebabkan alergi.

Dikutip dari NYTimes, Senin (30/8/2010) beberapa ilmuwan menduga, bahwa warna dari bulu kucing juga mempengaruhi risiko alergi. Diperkirakan semakin gelap warna bulu yang dimiliki seekor kucing, maka akan semakin besar kemungkinannya menimbulkan reaksi alergi.

Peneliti dari Long Island College Hospital, Brooklyn, New York dalam konferensi tahunan American Academy of Allergy, Asthma and Immunology melaporkan, bahwa pecinta kucing yang memiliki alergi dengan hewan ini mungkin akan lebih mampu menoleransi alergi tersebut, jika punya kucing dengan warna bulu yang terang.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 300 pasien yang memiliki rhinitis alergi. Sebanyak 146 pasien memiliki kucing dengan bulu berwarna gelap, 96 pasien memiliki kucing dengan bulu berwarna terang, dan 80 pasien tidak memiliki kucing.

Didapatkan bahwa pasien yang memiliki kucing dengan bulu berwarna gelap, 2-4 kali lebih mungkin terkena gejala alergi, sedang hingga berat, dibandingkan dengan pasien yang memiliki kucing berwarna terang. Pada hasil tersebut didapatkan perbedaan yang signifikan secara statistik.

Selain itu dalam penelitian tambahan juga ditemukan bahwa kucing betina menghasilkan lebih sedikit alergen dibandingkan dengan kucing jantan.

Meski demikian, beberapa ahli akan melakukan penelitian dalam skala besar untuk melihat lebih jauh pengaruh warna bulu pada kucing dengan risiko alergi yang ditimbulkan.

Dr Clifford W Bassett dari Allergy and Asthma Care of New York menyarankan bagi pasien yang alergi dan ingin memelihara kucing, sebaiknya mengambil beberapa tindakan, seperti :

1. Menghindari kontak langsung dengan kucing

2. Jika tidak mungkin mintalah obat alergi yang efektif

3. Menggunakan saringan udara HEPA

4. Menjaga hewan peliharaan agar tidak memasuki daerah pribadi

5. Menjaga kebersihannya


Jadi, bagi kamu yang memiliki alergi terhadap kucing, sebaiknya mulai sekarang memilih kucing dengan warna yang lebih terang, karena warna yang gelap berpotensi lebih besar menyebabkan alergi.


Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/08/kucing-warna-gelap-berisiko-tularkan.html

0 komentar:

Poskan Komentar