Sabtu, 17 September 2011

Menjemur Pakaian Tingkatkan Risiko Kanker


(c) missgreenlady
Uap dari pakaian yang sedang dijemur ternyata dapat membahayakan kesehatan Anda. Simak artikel ini!
KapanLagi.com - Mencuci pakaian, menjemurnya di bawah sinar matahari kemudian menyetrika adalah hal rutin yang dilakukan semua orang. Pakaian yang telah dipakai memang seharusnya dicuci agar semua kotoran dapat dibersihkan sekaligus memberikan aroma yang segar. Kegiatan sehari-hari ini mendapat perhatian dari beberapa ilmuwan di Amerika Serikat. Sebuah penelitian yang mereka lakukan menunjukkan hasil bahwa menjemur pakaian ternyata membahayakan kesehatan.

Seperti dilansir Genius Beauty, para ilmuwan Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian besar yang melibatkan ahli lingkungan hidup yang mencermati masalah polusi dari University of Washington di Seattle. Mereka melakukan penelitian dengan menyelidiki penguapan yang terjadi pada daerah-daerah di mana pakaian yang telah dicuci dijemur pada area terbuka. Setelah itu mereka mencari tahu bahan apa yang menguap tersebut.

Hasilnya, hasil penguapan tersebut terbukti mengandung sejumlah bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, bahkan dapat menyebabkan kanker. Di antara bahan kimia yang menguap, ditemukan 25 senyawa organik yang mudah menguap, termasuk di antaranya adalah 7 polutan udara yang berbahaya. Dua dari tujuh bahan tersebut adalah asetaldehida dan benzene yang telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai karsinogen (penyebab kanker).

Selain penelitian tersebut, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa mereka yang tinggal pada daerah di mana pakaian yang telah dicuci dengan detergen dan pelembut pakaian lalu dikeringkan dengan cara dijemur (pada bagian dalam rumah), lebih mudah mengalami sakit kepada dan masalah kesehatan lain. Cara terbaik untuk menghindari masalah kesehatan tersebut adalah dengan menjemur pakaian pada area terbuka atau lebih baik lagi dengan mesin pengering pakaian. (wo/wsw)

Sumber:
http://woman.kapanlagi.com/kesehatan/10196-menjemur-pakaian-tingkatkan-risiko-kanker.html

0 komentar:

Poskan Komentar