Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

Kriotherapy ,Teknik Penyembuhan Cidera Pemain Sepak Bola

dikutip dari wikipedia, Kriotherapy atau Cryotherapy adalah penggunaan lokal atau umum suhu rendah dalam terapi medis atau pemindahan panas dari bagian tubuh. dan uniknya gan, suhu yang dipakai bisa sampai minus 140 derajat Celcius...beuh kebayang dingin nya khan..!!

Metode ini ditemukan oleh Toshiro Yamauchi pada tahun 1978, dan di dataran Inggris, fasilitasnya hanya tersedia di pusat kesehatan Champneys, Hertfordshire. dan ternyata gan, tempat ini adalah langganan bagi pemain Tottenham Hotspur untuk mengobati cidera pemainnya. Hotspur adalah Tim Liga Premier Ingris gan.


Dengan sejarah panjang pemain-pemain yang rentan cedera (Jonathan Woodgate, Ledley King, anyone?), cukup alami bahwa pihak Spurs mencari solusi yang paling mutakhir untuk membantu memastikan bahwa pemain-pemain kunci mereka tidak terlalu lama berada di kamar medis. Jalur Kriotherapy pun menjadi pilihan mereka.


Prosesnya sederhana, dengan memakai atribut penutup badan yang relatif minim, para pemain Spurs diboyong ke ruangan kecil dengan suhu yang tadi disebutkan di atas selama 3 menit.

Kepala Krioterapi Champneys, Renata Zejer menjelaskan metodenya sedikit lebih lanjut.

"Aku lebih suka bila pasien yang cedera dibawa ke sini secepat mungkin. Dengan ankle yang terpuntir misalnya, peredaran darah lebih cepat setelah cedera baru terjadi, sehingga darah bisa mengalir lebih cepat, lebih dalam ke organ-organ tubuh."

"Metode ini memanfaatkan mekanisme keamanan dalam tubuh. Saat Anda masuk ke ruang es Krioterapi, hawa dingin merangsang reseptor di kulit, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak untuk mengarahkan sistem-sistem dalam tubuh yang lain untuk menghangatkan diri. Saat Anda keluar, -dan ini tergantung level kebugaran- urat nadi terbuka 3-4 kali lebih besar, dan peredaran darah lebih cepat, sehingga lebih banyak oksigen yang dibawa ke bagian tubuh yang cedera. Anda akan merasa lebih bertenaga untuk berlatih."

Dr Sam Erith, kepala ilmu olahraga di Spurs menekankan manfaat Krioterapi pada akselerasi proses pemulihan pemain-pemain Spurs.

"Krioterapi membuat Anda bisa berlatih lebih banyak, lebih cepat fit. Pemain-pemain yang sedang rehabilitasi bisa dengan cepat kembali berlatih tiga kali sehari seperti biasanya."

Jermain Defoe telah menjalani terapi Krioterapi untuk mempercepat penyembuhan cedera ligamen ankle yang dideritanya September kemarin. Ledley King dan Michael Dawson juga menggunakannya untuk menyembuhkan cedera mereka masing-masing.









sumber: http://www.windowscraze.com/forum/Kriotherapy-teknik-Penyembuhan-cidera-pemain-sepakbola-dengan-suhu-Minus-140-C

10 Laga Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola Piala Dunia

10) Argentina* 2-2 Inggris – Babak 16 Besar 1998
Tak banyak pertandingan yang bisa dikenang dalam tiga atau empat edisi Piala Dunia terakhir, tapi pertandingan ini menjadi salah satunya. Pembicaraan sebelum pertandingan banyak membahas soal balas dendam Inggris setelah tersingkir dari perempat-final 1986 akibat gol Tangan Tuhan Diego Maradona.

Dalam 16 menit, sudah terjadi tiga gol. Penalti Gabriel Batistuta membawa Argentina memimpin, tapi Alan Shearer berhasil menyamakan kedudukan. Pemain muda berusia 18 tahun bernama Michael Owen mencetak gol individual yang indah sebelum disamakan Argentina melalui Javier Zanetti.

David Beckham dikartumerah wasit pada babak kedua karena menendang Diego Simeone, gol Sol Campbell dianulir karena Shearer dianggap sudah melakukan pelanggaran terhadap Carlos Roa, dan pertandingan berujung pada adu penalti.

Seperti yang terjadi di Italia delapan tahun sebelumnya, Inggris kembali tidak beruntung. Paul Ince dan David Batty gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor setelah tendangan mereka dimentahkan Roa.

9) Jerman 0-2 Italia – Semi-Final 2006




Tak ada akhir pertandingan yang lebih dramatis dibandingkan pertandingan Jerman-Italia di Dortmund, 2006.

Dua raksasa Italia ini bertarung sengit selama 119 menit. Meski tak tercipta gol pada waktu normal, peluang bertebaran. Gianluigi Buffon mementahkan dua tendangan Bernd Schneider dan Lukas Podolski, sedangkan dua peluang Italia melalui Alberto Gilardino dan Gianluca Zambrotta menghantam tiang gawang.


Saat pertandingan seperti akan ditentukan melalui adu penalti, Fabio Grosso muncul dan melepaskan tendangan melengkung. Sontak, fans Italia bergembira. Selang beberapa detik kemudian, Alessandro del Piero menggandakan keunggulan Italia. Azzurri lolos ke final dan akhirnya mengalahkan Prancis melalui adu penalti untuk merebut gelar juara.

8) Hongaria 2-3 Jerman Barat – Final 1954




Magical Magyars asuhan Gusztav Sebes tampaknya tidak terkalahkan saat menghadapi Jerman Barat di final 1954 di Bern. Hongaria mengantungi rekor 31 partai tak terkalahkan, termasuk kemenangan 6-3 atas Inggris di Wembley. Hongaria merevolusi taktik sepakbola dengan sistem serangan yang dibangun empat pemain handal — Sándor Kocsis, József Bozsik, Nándor Hidegkuti, dan tentu saja Ferenc Puskas.

Hongaria mampu membukukan 17 gol hanya dalam dua pertandingan grup, termasuk kemenangan 8-3 atas lawan mereka di final. Jumlah tersebut ditambah kemenangan atas dua tim finalis 1950, Brasil dan Uruguay. Di final, mereka unggul dua gol dalam delapan menit dan kelihatannya kemenangan sudah di depan mata. Tapi, hujan turun dan cuaca berpihak kepada Jerman Barat.

Fritz Walter memimpin Jerman Barat meraih kejayaan. Gol Uwe Rahn pada menit ke-83 membalikkan keadaan 3-2 untuk Jerman Barat. Pasukan Sepp Herberger meraih gelar juara dan sampai saat ini pertandingan dikenang sebagai “Mukjizat di Bern”.

7) Brasil 4-2 Peru – Perempat-Final 1970
Estadio Jalisco di Guadalajara menjadi saksi pertemuan dua klub yang tampil mempesona selama Piala Dunia 1970. Pelatih Brasil, Mario Zagallo, berhadapan dengan bekas rekan setimnya, Didi, yang melatih Peru.
Brasil, yang akhirnya keluar sebagai juara, memainkan sepakbola menyerang sejak menit pembuka. Tendangan Pele menghantam tiang, sebelum Rivelino mencetak gol melalui tendangan kaki kiri. Tostao menaklukkan Luis Rubinos untuk menambah keunggulan Brasil. Satu lagi gol tercipta melalui Rivelino, tapi dianulir. Semuanya terjadi pada 20 menit pertama.

Peru tak menyerah. Mereka memiliki salah satu bek terbaik di Amerika Selatan saat itu, Hector Chumpitaz, dan gelandang trengginas Teofilo Cubillas. Alberto Gallardo berhasil mempertipis ketertinggalan Peru. Namun, Brasil mengembalikan keunggulan melalui Tostao, sebelum kembali dikejar Cubillas. Saat Peru mencoba mencari gol penyama kedudukan, Jairzinho menyelesaikan pertandingan dengan menciptakan gol keempat.

6) Portugal 5-3 Korea Utara – Perempat-Final 1966
Kekuatan Portugal saat itu mencerminkan kejayaan Benfica yang sedang merajai Eropa. Portugal mampu mengalahkan juara bertahan Brasil sebelum mencapai semi-final dan dikalahkan tuan rumah Inggris. Dua pemain bintang Portugal adalah Mario Coluna dan Eusebio, yang menjadi topskor turnamen dengan sembilan gol dan dianggap sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Portugal memenangi seluruh tiga pertandingan grup dan mencetak total sembilan gol, termasuk menyisihkan Brasil. Pada babak delapan besar, Portugal tertinggal tiga gol dan berhasil membalas 5-3 — empat gol di antaranya dicetak Eusebio.

Korea Utara tampil sebagai tim kejutan turnamen. Mereka berhasil mencapai perempat-final berkat kemenangan bersejarah 1-0 atas Italia. Korea Utara kembali membuat kejutan dengan unggul tiga gol dalam 25 menit atas Portugal. Tapi mereka kurang pengalaman dan terus berupaya melancarkan serangan. Pada akhirnya, kepiawaian Eusebio memandu Portugal memenangkan pertandingan. Gol kelima Portugal dicetak Jose Augusto. Kedua tim kembali bertemu di Piala Dunia kali ini.

5) Jerman Barat 3-3 Prancis – Semi-Final 1982




Tiga hari setelah partai Brasil-Italia yang penuh ketegangan, Spanyol ’82 juga menghadirkan partai klasik di babak semi-final. Kedua negara bertambah kuat seiring dengan berjalannya turnamen. Banyak pemain berkelas dunia yang tampil, seperti Michel Platini, Alain Giresse, Jean Tigana, Paul Breitner, Uli Stielike, dan Pierre Littbarski.

Littbarski membuka kedudukan, tapi disamakan penalti Platini. Pertandingan menghangat. Terjadilah salah satu kejadian paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia ketika kiper Jerman Barat Harald Schumacher merontokkan bek Prancis Patrick Battiston dalam suatu perebutan bola. Battiston terkapar tak sadarkan diri dengan dua giginya tanggal, sedangkan Schumacher lolos dari kartu merah — bahkan wasit tidak menilainya sebagai sebuah pelanggaran. Schumacher menjadi tokoh jahat di sisa Piala Dunia.

Pertandingan dilanjutkan hingga perpanjangan waktu. Prancis mampu mencetak dua gol melalui Marius Tresor dan Giresse. Sepertinya Les Bleus akan melaju ke final, tapi Jerman Barat menunjukkan ketangguhan mental dan berhasil membalikkan keadaan. Karl Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer berhasil memaksa pertandingan diselesaikan melalui adu penalti.

Stielike gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor — dan sampai saat ini menjadi satu-satunya pemain Jerman (Barat) yang gagal di adu penalti. Namun, Schumacher mampu mematahkan eksekusi Didier Six dan Maxime Bossis untuk mengantarkan Jerman Barat ke babak puncak.

4) Jerman Barat 3-2 Inggris AET – Perempat-Final 1970




Piala Dunia 1970 dipenuhi partai-partai klasik dan tiga di antaranya masuk daftar ini. Salah satunya adalah laga perempat-final antara Jerman Barat dan Inggris di Leon, sekaligus ulangan final 1966.

Inggris masih diperkuat empat eksponen ’66 — Bobby Moore, Bobby Charlton, Martin Peters, dan Geoff Hurst — bermain baik pada sejam pertandingan. Mereka mampu unggul 2-0 melalui Alan Mullery dan Peters.

Tapi, seperti yang selalu terjadi dalam sejarah, jangan remehkan semangat Jerman. Franz Beckenbauer, Wolfgang Overath, dan Gerd Mueller adalah pemain andalan Helmut Schoen. Ketika Juergen Grabowski dimasukkan, arah pertandingan berbalik. Beckenbauer menghidupkan peluang Jerman Barat pada menit ke-68, sebelum Uwe Seeler menyamakan kedudukan melalui gol sundulan. Di babak perpanjangan waktu, Jerman Barat tak terhentikan. Mueller memastikan kemenangan Jerman Barat melalui gol jarak dekat pada menit ke-108.

3) Brasil 1-1 Prancis* – Perempat-Final 1986




Dalam taraf keterampilan bersepakbola, inilah Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Prancis memiliki tim terhebat mereka yang beranggotakan Platini, Giresse, Tigana, dan Dominique Rocheteau yang sudah memasuki usia 30-an. Sementara itu, Socrates, Junior, dan Zico tampil untuk kali terakhir di Piala Dunia bersama Brasil.

Di bawah sengatan terik matahari, Brasil mampu unggul melalui Careca, tapi menyia-nyiakan serangkaian peluang menggandakan keunggulan. Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui Platini. Kedua tim saling bertukar peluang untuk mencuri keunggulan. Publik stadion Guadalajara tak henti-hentinya menyorakkan nama Zico, yang duduk sebagai pemain cadangan. Tele Santana akhirnya goyah dan memasukkan Zico pada babak kedua. Brasil berhasil memperoleh hadiah penalti, tapi Zico gagal menaklukkan Joel Bats.

Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Dua kapten tim, herannya, gagal menjalankan tugas. Socrates dan Platini. Prancis akhirnya sukses memetik kemenangan dan melaju ke babak empat besar.

2) Italia 4-3 Jerman Barat AET – Semi-Final 1970
Pertandingan ini terjadi pada 17 Juni 1970 dan dinobatkan sebagai “Pertandingan Abad Ini”. Saking bersejarahnya pertandingan ini, sebuah monumen dibangun di luar stadion Azteca, Mexico City, yang bertuliskan, “Stadion Azteca menyampaikan rasa hormat untuk tim Italia (4) dan Jerman (3), yang tampil di Piala Dunia 1970, ‘Pertandingan Abad Ini’.”

Sembilan puluh menit pertama pertandingan berlangsung dramatis, tapi tidak bisa dianggap sebagai “Pertandingan Abad Ini”. Italia unggul pada menit kedelapan melalui tendangan keras Roberto Boninsegna dan tampil bertahan. Jerman Barat terus menggedor. Bahkan Franz Beckenbauer tampil dengan tangan dibebat. Bek Karl-Heinz Schnellinger akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit terakhir pertandingan.

Pertandingan di babak perpanjangan waktu sungguh tak terduga. Lima gol tercipta dalam 30 menit. Mueller membawa Jerman Barat unggul, tapi Tarcisio Burgnich dan Gigi Riva membalikkan kedudukan. Pada menit ke-110, Mueller kembali menyamakan kedudukan. Dari kick-off yang tercipta, Italia kembali unggul melalui Gianni Rivera. Gol tersebut akhirnya menjadi penentu pertandingan yang berlangsung sangat mendebarkan itu.

1) Brasil 2-3 Italia – Babak Kedua Grup C 1982 


Brasil edisi 1982 dianggap sebagai tim terbaik yang gagal menjuarai Piala Dunia. Pasukan Tele Santana dilengkapi sederetan pemain hebat semacam Leandro, Junior, Socrates, Falcao, Eder, dan pemain terbaik dunia Zico. Sebelum laga melawan Italia, Brasil mengantungi 13 gol dalam empat pertandingan melalui sepakbola Samba mereka. Selecao menjelma jadi calon kuat juara dunia dan hanya butuh seri untuk lolos ke semi-final.

Italia sebaliknya, tampil buruk pada awal turnamen dengan hanya bermain imbang pada babak pertama grup. Setelah didera kritik media, mereka menerapkan puasa bicara. Tanda-tanda peningkatan muncul ketika mengalahkan Argentina 2-1, tapi tak ada yang berani menjagokan mereka mampu menaklukkan Brasil dan keluar sebagai juara.

Paolo Rossi, kembali dari hiatus dua tahun, muncul sebagai pahlawan kemenangan dengan mempersembahkan hat-trick untuk Italia.

Azzurri mampu unggul dua kali, tapi berhasil disamakan Brasil melalui Socrates dan Falcao. Saat pertandingan tersisa 16 menit, Rossi membukukan gol kemenangan memanfaatkan situasi tendangan penjuru.

Pertandingan ini menggambarkan segalanya — peluang yang terbuang, aksi hingga akhir laga, penampilan individual dari Bruno Conti dan Falcao, kaus Zico yang robek karena ditarik Claudio Gentile, dianulirnya gol Italia yang seharusnya membuat mereka unggul 4-2, dan penyelamatan gemilang Dino Zoff dari peluang sundulan Oscar.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/10-laga-terbaik-sepanjang-sejarah-sepak.html

Rabu, 08 Desember 2010

10 Pesepakbola Paling Tidak Disenangi di Liga Inggris


Pesepakbola internasional pasti memiliki minimal gaji yang terbilah WAH, tapi ada dari beberapa pesepakbola profesional yang dianggap terlalu tinggi bayarannya (tidak setimpal dengan performanya), egois dan juga terlalu terobsesi terhadap performa individual dari pada kemajuan tim secara kolektivitas. Bagaimanapun pasti selalu ada kelompok2 supporter tertentu yang memandang sinis pesepakbola2 dengan karakter yang kurang etis, baik selama berada dalam stadion atau bahkan hingga sampai diluar lapangan sekalipun.


Kriteria apa aja sih yang digunakan observer dalam menentukan seorang pesepakbola EPL dibenci?
a. Suka melakukan pelanggaran keras (31%)
b. Arrogance / angkuh (20%)
c. Diving (19%)
d. Sifat buruk diluar lapangan (7%)


10. Kevin Davies


Alasan dibenci; walaupun bermain sebagai di posisi striker, Davies memiliki reputasi buruk karena menjadi pemain yang paling sering melakukan pelanggaran dalam satu musim, dan tidak tanggung2 namanya tercatat dalam tiga musim beruntun (2004,2005,2006).

Momen yang paling diingat; Ketika dia dibeli Blackburn Rovers seharga £7.5 juta, Davies dielu-elu kan sebagai pengganti Alan Shearer. Namun yang terjadi adalah davies hanya mampu mencetak satu gol sepanjang musim, yang menyebabkan Blackburn harus turun kasta pada saat itu.


No.9 - Emmanuel Adebayor


Alasan dibenci; Bekas striker Arsenal ini pada awalnya memiliki hubungan yang sangat baik dengan pendukung Arsenal pada awal karirnya, Adebayor dianggap dapat menggantikan sosok Henry yang hijrah ke Barcelona pada masa itu. Tapi semuanya berubah ketika Adebayor meminta kenaikan gaji namun ditolak oleh kubu Arsenal, yang berbuntut dia hijrah ke Man city karena proposal gaji yang 2x lipat lebih tinggi dari yang didapatkannya di Arsenal.

Momen yang paling diingat; Ketika pertandingan City v Arsenal di Eastland, Adebayor melakukan selebrasi bersifat provokatif terhadap pendukung Arsenal yang sedang bertandang. Adebayor berlari dari ujung gawang satu ke gawang satunya untuk "mencela" supporter Arsenal yang selama pertandingan melakukan aksi "Boo" terhadap doi. Berujung pada suspent 3 pertandingan untuknya karena melakukan pelanggaran keras thd eks-partner nya.


No.8 - Rio Ferdinand


Alasan dibenci; Sebagai kapten baru di timnas Inggris, Rio dianggap sebagai pemain bertahan terbaik didunia yang dimiliki Inggris dapat memajukan Inggris saat piala dunia afsel. Namun yang terjadi Rio mendapat cidera dan gagal tampil di PD'10. Pendukung Inggris merasa kecewa karena Rio tidak bersungguh2 menjaga kondisinya secara total untuk membela timnas.

Momen paling diingat; ketika rio memutuskan untuk membuat program acara TV selama pildun, yang secara otomatis menarik analisa pendukung timnas Inggris bahwa Rio sengaja untuk tidak tampil di afsel.


No.7 - Gary Neville


Alasan dibenci; Fakta bahwa Gary menghabiska seluruh karir sepakbolanya hanya di Man Utd dan mantan kapten Man-U ini dikenal sebagai individu yang memiliki sifat arrogan. Juga sering mengeluarkan statement keras di media2 Inggris menjadikannya salah satu figur yang dibenci.

Momen yang paling diingat; Berlari menuju pendukung the kop sepanjang 40 yards untuk merayakan gol yang tercipta di saat injury time, ketika itu Man-U berhasil mengalahkan Liverpool di Old Trafford.


No.6 - Didier Drogba


Alasan dibenci; Salah satu striker di EPL yang dianggap paling mematikan, sekaligus juga dibenci. Pendukung lawan banyak yang membencinya karena dianggap sering melakukan diving yang merugikan pihak lawan. Gambaran bahwa Drogba selalu mengangkat bahu sebagai bentuk ke-tidaksengajaan dan juga memasang tampang muka tak bersalah di depan wasit selalu menjadi sifat yang selalu diingat pendukung2 lawan Chelsea.

Memori yang paling diingat; Ketika The Drog mendapatkan kartu merah karena nempeleng bek Man-U Vidic di Champions league 2008.


No.5 - Craig Bellamy 


Alasan dibenci; Bellamy dianggap memilki gaya bemain yang bersifat konfrontasi (kasar) yang berimbas terhadap menurunnya citra doi, walapun begitu tidak dipungkiri bahwa bakatnya yang diatas rata2. Tercatat Bellamy telah membela sebanyak tujuh klub dalam delapan tahun terakhir ini.

Momen yang paling diingat; Tahun 2007, Bellamy dituduh melakukan tindak penyerangan terhadap Risse yang merupakan patner nya di Liverpool saat itu. Bellamy mengayunkan stik golf ke arah Risse ketika berada di sebuah club malam yang berdampak pada dipecatnya Bellamy dari Liverpool.


No.4 - Ashley Cole


Alasan dibenci; Mantan bek kiri Arsenal ini dinilai sebagai salah satu bek terbaik dunia. Ketika dirinya pindah ke Chelsea pada tahun 2006, Chelsea menggandakan gajinya, dan dia dianggap mata duitan oleh pendukung2 Arsenal saat itu. Di luar prestasinya sebagai pesepakbola dunia, opini publik malah berubah ketika Cole ketahuan selingkuh hingga beberapa kali dengan wanita lain, yang berimba pada perceraiannya dengan Cheryl Tweedy. (padahal istri udah bohayy begitu masi aja di anggurin )

Momen paling diingat; Kutipan yang diambil dari buku autobiography Cole sendiri, dibuku itu tertulis bahwa dirinya hampir mengalami tabrakan mobil karena kaget bahwa dirinya hanya akan dibayar £55,000 per minggunya yang jauh dari ekspektasinya. Berkat kutipan tersebut Ashley Cole dijuluki dengan sebutan "Cashley" Cole.


No.3 - John Terry


Alasan dibenci; Dari segi gaya bermain dan tindak-tanduknya diluar lapangan dinilai sangat profesional. Mantan bek timnas Inggris ini harus mengalami pengalaman yang buruk ketika dihadapkan pada situasi bahwa dirinya disinyalir melakukan perselingkuhan bersama mantan istri Bridge yang saat itu menjadi patnernya di Chelsea. Berbuntut pada pencopotan ban kapten timnas Inggris dari lengan kirinya saat pildun afsel.

Momen paling diingat; Ketika Chelsea menjamu Man City di Stamford Bridge tahun 2009. Terjadi hal memalukan saat ritual pre-match, Bridge menolak uluran tangan Terry yang ingin menyalaminya dan Bridge malah bersalaman dengan bocah kecil yang menjadi pendamping Terry.


No.2 - Joey Barton


Alasan dibenci; Barton dinilai sebagai individu yang suka memancing keributan, dimulai dari teman patner satu klub sendiri, pemain lawan, hingga pendukung2 lawan. Gaya bermain kasar yang sering dilakukan terkadang dinilai berlebihan yang melanggar etika sopan santun. Namun begitu karirnya tidak begitu saja menjadi menurun, bahkan karir Barton dinilai kembali membaik seiring dirinya ikut berperan membantu Newcastle kembali naik kasta ke EPL.

Momen paling diingat; Beberapa lembar kertas lirik rap yang ditulisnya sangat fenomenal karena mengutarakan isi hatinya. Tetapi yang lebih dikenag ketika tahun 2004, Barton melakukan tindak kriminal karena menyulut api rokoknya ke mata pemain muda Man City pada saat pesta natalan.


No.1 - Cristiano Ronaldo


Alasan dibenci; Hingga tahun 2008 ketika hijrahnya ke Real Madrid, Ronaldo yang sebagai pemain terbaik tahun 2008 dikenal sebagai karakter yang memilki daya tarik tersendiri. Dimulai sifatnya yang condong menganggap dirinya seperti "malaikat" yang tidak boleh dijatuhkan pemain lawan, hingga diving dan memprovokasi wasit (menepuk2 tangan) untuk mengeluarkan kartu merah thd pemain lawan yang menekelnya. Hal ini menjadikannya sebagai Public Enemy No.1 di Inggris selama bebaju merah Man-U.

Momen paling diingat; Tahun 2006, Sebuah kedipan matanya tertuju ke arah bench timnas Portugis tertangkap kamera, hal itu dilakukannya setelah berhasil memprovokasi wasit untuk memberikan kartu merah kepada rooney karena tekel kasarnya. Kejadian tersebut sempat berdampak pada konflik internal RO-RO dan munculnya rasa benci sebagian besar pendukung Man-U thd Ronaldo.

source: http://lebe-lebe.blogspot.com/2010/11/10-pemain-sepakbola-paling-dibenci-di.html

Bentuk Alat-alat Fitness Zaman Dulu



MORE PICTURE






Senin, 06 Desember 2010

Alasan Kenapa Rossi Menurunkan Kaki di Tikungan

Tahukah anda mengapa Valentino Rossi selalu menurunkan kakinya saat di tikungan? ini dia alasannya..


Adalah tahun 2006 saat mesin MotoGP masih berkapasitas 990cc The Doctor mulai mempopulerkan gaya turun satu kaki dan hingga kini makin banyak para juru kebut motor prototipe mulai ikutan turun satu kaki.Sebenarnya Rossi sendiri tidak dapat memberikan penjelasan pasti mengapa dia melakukannya tapi para rider percaya dengan cara itu mereka bisa mengerem lebih keras dan lebih dekat ke tikungan.


Kalau anda mengaku fans berat Rossi pastinya anda tahu kalau Rossi jagonya "Late Braking" itu sudah menjadi ciri khas dari riding stylenya."Ketika aku menunggangi motor,aku tak pernah dengan sengaja melakukannya.Kadang ini hanyalah reaksi alamiku.Dengan cara itu aku bisa mengerem lebih keras dan rasanya aku bisa menambah tenaga ke setang" begitulah pernyataan Rossi tentang alasannya turun satu kaki saat akan menaklukan sebuah tikungan.


Pada balap Supermoto atau MotoX para pembalapnya menurunkan satu kaki saat melibas sebuah tikungan.Teknik ini di lakukan untuk memindahkan pusat massa ( Centre of Gravity) menjauh dari bodi motor,lebih ke depan dan mendekatkannya ke arah tikungan. Lalu apakah teknik ini yang di adopsi para rider MotoGP ? Tentu tidak! Rider Supermoto atau MotoCross melakukannya selama menikung sedangkan rider MotoGP hanya menurunkan satu kakinya saat akan menikung.

Teknik menikung di arena dirtbike berbeda dengan teknik di arena road race macam MotoGP,GP250,GP125,Superbike dan lain lain. Menurut teori teknik balap road race,kaki di usahakan mengapit ke bodi motor. Dengan mengapit erat ke motor maka titik pusat massa pembalap berada dekat dengan titik pusat motor.Ketika melakukan braking atau hard braking pembebanan dari massa tubuh sang rider tidak akan terlalu terpusat ke tangan rider, sehingga kemudi menjadi netral dan terasa lebih ringan saat mengerem dan menikung.


Di era MotoGP 800cc, menaklukan tikungan dengan lebih cepat adalah salah satu kunci kemenangan. Mungkin, dengan menggabungkan teknik dirtbike dan road race seperti di atas dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi Rossi.

The Doctor berkata " Aku tak tahu kenapa aku mulai melakukannya hingga kini.Tapi akupun tak tahu kenapa mereka ( pembalap lain ) melakukannya juga ".


source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5527535

Senin, 29 November 2010

55 PEMAIN TERBAIK DUNIA VERSI FIFA

Federasi sepakbola dunia FIFA merilis 55 nama calon pemain terbaik dunia 2010. Sebanyak 11 pemain akan masuk dalam tim pilihan yang terdiri dari empat defender, tiga gelandang, tiga striker dan satu kiper.


Pemenangnya akan diumumkan pada gala dinner yang berlangsung markas FIFA di Zurich pada 10 Januari 2011. Di malam itu juga akan diumumkan siapa Pemain Terbaik Dunia 2010 untuk pria dan wanita.


Dari daftar yang dirilis situs resmi FIFA, Kamis 25 November 2010, Spanyol menyumbang pemain paling banyak dengan sepuluh orang. Diikuti Brasil dengan sembilan wakil, Argentina (8 pemain), Inggris (6 pemain), Jerman (empat pemain), Belanda dan Italia (3 pemain), Portugal (2 pemain), dan masing-masing satu pemain dari Wales, Perancis, Bulgaria, Serbia, Rep.Ceko, Swedia, Ghana, Pantai Gading, dan Kamerun.

Berikut daftar 55 pemain tersebut:

Kiper: Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Petr Cech, Julio Cesar, Edwin van der Sar

Defender: Daniel Alves, Gareth Bale, Michel Bastos, Ashley Cole, Patrice Evra, Rio Ferdinand, Philipp Lahm, Lucio, Maicon, Marcelo, Alessandro Nesta , Pepe , Gerard Pique, Carles Puyol, Sergio Ramos, Walter Samuel, John Terry, Thiago Silva, Nemanja Vidic, Javier Zanetti

Gelandang: Esteban Cambiasso, Michael Essien, Cesc Fabregas, Steven Gerrard, Andres Iniesta, Ricardo Kaka, Frank Lampard, Javier Mascherano, Thomas Muller, Mesut Ozil, Andrea Pirlo, Bastian Schweinsteiger, Wesley Sneijder, Xabi Alonso, Xavi

Striker: Dimitar Berbatov, Didier Drogba, Samuel Eto’o, Diego Forlán, Gonzalo Higuain, Zlatan Ibrahimovic, Lionel Messi, Diego Milito, Arjen Robben, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Carlos Tevez, Fernando Torres, David Villa

Sumber : http://wawanwae.blogspot.com/2010/11/daftar-nominasi-pemain-terbaik-dunia.html

Kamis, 25 November 2010

Inilah Orang Indonesia Yang Punya 20% Saham Klub Inggris

Jakarta - Diam-diam ada warga Indonesia yang membeli saham salah satu klub di Inggris, Leicester City. Dialah Iman Arif, mantan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI.

Informasi kepemilikan saham itu diterbitkan oleh situs resmi Leicester, akhir pekan lalu. Di situ dipaparkan, Iman Arif membeli 20 persen saham Leicester. Pembelian dilakukan melalui Cronus Sports Management Pte Ltd. Sementara itu, 80 persen saham sisanya dimiliki oleh pengusaha asal Thailand, yakni Aiyawatt Raksriaksorn.

Kabarnya, Iman memang sengaja tidak mempublikasikan pembelian saham tersebut. Artinya, jika pihak Leicester tidak merilis, publik tidak mengetahuinya. Apalagi, berbeda dengan Aiyawatt, Iman tidak masuk di jajaran direksi.

Walau tidak masuk jajaran direksi dan terkesan menutupi, Iman bukannya tanpa agenda. Dia telah menawarkan Sergio Van Dijk untuk bermain di Leicester. Jika tawaran itu sukses, Van Dijk selanjutnya ditawari memperkuat tim nasional Indonesia.


Selain itu, Iman tahun depan akan mengirimkan pemain-pemain muda Indonesia untuk mengikuti latihan di tim yang saat ini berkiprah di Divisi Championship, kompetisi level kedua di Inggris setelah Liga Primer.

Terkait informasi tersebut, Iman tidak membantah atau mengiyakan secara terbuka. "Ya, ikuti situs resmi Leicester saja. Saat ini adalah waktunya sepakbola Indonesia untuk maju," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/11/2010).

Sekadar diketahui, Iman saat ini menjabat menjabat sebagai Deputi Bidang Teknis BTN PSSI. Sebelumnya, dia adalah Ketua BTN. Jabatan itu hanya dipegang selama empat bulan sampai akhirnya dia dicopot oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Pencopotan yang mendadak itu kabarnya karena langkah Iman sering berseberangan dengan kebijakan PSSI. Selain jabatan di PSSI, Iman pernah bertindak sebagai Direktur Sekolah Sepak Bola Indonesia Arsenal.

"Februari tahun depan, delapan siswa terbaik akan kami kirim ke Leicester City dan Feyenoord untuk magang. Kerja sama kami dengan mereka sudah deal. Berikutnya, kami juga akan menjalin kerja sama dengan klub-klub lain,” papar pria yang kerap bertemu dan berdiskusi dengan Arsene Wenger (pelatih Arsenal) dan Sven- Goran Eriksson (mantan pelatih timnas Inggris yang kini melatih Leicester City) itu.

Sumber:http://bola.inilah.com/read/detail/996362/wow-orang-indonesia-punya-20-saham-klub-inggris