Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Desember 2010

14 Batuan Raksasa Ditemukan Pada Orbit Neptunus


Baru-baru ini, para astronom menemukan kumpulan 14 batuan angkasa raksasa yang mengorbit di sekitar planet Neptunus melalui teleskop angkasa Hubble. Dari 14 batuan ini, salah satunya merupakan Pluto, yang sekarang bukan planet lagi.

Seperti yang dikutip dari Yahoo!, Selasa (14/9/2010), objek baru yang ditemukan berupa batuan es yang disebut sebagai objek trans-Neptunian, karena mereka berada sedikit di luar orbit Neptunus. Keempat belas objek tersebut juga termasuk Pluto (yang dulunya disebut sebagai planet, kini disebut sebagai "planet kecil"), dan komet Halley.


"Objek-objek trans-Neptunian ini menarik, karena mereka berbeda dari semua benda angkasa yang ada di tata surya kita," ujar pimpinan studi Caesar Fuentes dari Northern Arizona University.

Para peneliti mengatakan, bahwa objek-objek yang baru ditemukan tersebut berdiameter 25 sampai 60 mil (sekitar 40 sampai 100 km).


Kebanyakan objek-objek trans-Neptunian ini sukar untuk ditandai. Para peneliti mencarinya melalui foto-foto yang dihasilkan dari Hubble. Apabila pencarian ini sudah selesai, diharapkan dapat menemukan ratusan trans-Neptunian baru sekaligus, harap para ilmuwan.

Batuan angkasa raksasa ini mirip dengan asteroid, tapi letaknya jauh dari Bumi. Asteroid juga umumnya mengorbit dalam sistem tata surya.

Dengan mengukur pergerakan objek trans-Neptunian di langit, para astronom bisa mengkalkulasi orbit masing-masing objek dan jaraknya dari matahari. Para peneliti bisa memperkirakan ukuran dari masing-masing objek dengan menggabungkan pengamatan dari jarak, reflektifitas dan terangnya cahaya objek tersebut.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/09/14-batuan-raksasa-ditemukan-pada-orbit.html

Asteroid Raksasa Seukuran Pluto Membawa Emas Ke Bumi


Asteroid raksasa seukuran Pluto, mungkin telah membawa unsur emas dan unsur materi lainnya ke Bumi, demikian hasil dari penelitian terbaru saat ini.

Ilmuwan telah lama mengetahui, bahwa ada jenis unsur besi misterius yang ada di lapisan Bumi. Unsur-unsur besi tersebut, termasuk emas, cenderung untuk menggabungkan diri dengan baja dalam bentuk cair mereka. Demikian dilansir National Geographics, Jumat (10/12/2010).


Penjelasan terbaik adalah bahwa unsur-unsur misterius dibawa oleh benda angkasa, ketika Bumi masih berumur muda. Tapi yang menjadi perdebatan adalah benda asing apa yang membawa unsur-unsur misterius tersebut.

Berdasarkan pada simulasi komputer, penelitisan terbaru mengatakan, beberapa tabrakan benda-benda angkasa ke Bumi sekitar 4,5 juta tahun yang lalu adalah sumber dari unsur materi ini, yang mana benda-benda tersebut adalah asteroid.

Bumi bukanlah satu-satunya objek yang mendapat pasokan unsur-unsur materi ini. Bulan juga Mars, juga ikut mendapatkan materi tersebut dari tabrakan asteroid tersebut dari waktu yang sama. Para ilmuwan juga mengatakan, bahwa benturan tersebut juga merupakan sumber dari air di Bulan.

"Elemen-elemen ini memberitahu kepada kita apa yang menabrak planet kita, serta apa dampak yang dihasilkan dari tubrukan tersebut," ujar pimpinan studi William Bottke dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/12/asteroid-raksasa-seukuran-pluto-membawa.html

Jumat, 10 Desember 2010

Para Ahli Astronom Telah Menemukan Lubang Hitam baru

Pengamatan yang dilakukan melalui sinar infra mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.



Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya. Cahaya dan sinar infra dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per-detik atau sekitar 10 triliun kilometer per-tahunnya.




Pusat Pengamatan Sinar Infra Chandra milik NASA, Badan Antariksa Eropa XMM-Newton, dan Pusat Pengamatan Rosat milik Jerman telah menyaksikan bahwa itu memancarkan sumber sinar infra stabil yang terang.


Analisis sinar infra mendukung ide bahwa benda yang diamati merupakan lubang hitam dan itu juga akan menarik masuk benda yang jatuh dari sebuah supernova atau mungkin dari bintang kembar, ujar para ahli astronomi.


Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat tercipta melalui beberapa cara yang dalam hal ini karena sebuah bintang yang berukuran sekitar 20 kali massa dari Matahari yang akan menjadi supernova dan kemudian meledak menjadi beberapa benda yang padat yang menghisap benda-benda di sekitarnya kedalam inti lubang hitam itu.

Sumber : http://www.wakakakak.com/2010/11/para-ahli-astronomi-temukan-lubang.html

6 CARA MENYELAMATKAN DIRI JIKA BADAI MATAHARI TERJADI


Ilmuwan NASA telah memperingatkan cuaca luar angkasa ini dapat berdampak bagi bumi.

“Kita tahu bahwa ini akan segera datang namun kita tidak tahu seberapa buruk hal tersebut berlangsung,” ujar Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics dari NASA, kepada Daily Telegraph.

Ia menambahkan persiapan mungkin sama dengan terjadinya badai. Meskipun pihak berwenang mengatahui kejadian ini semakin dekat, namun tidak dapat ditebak seberapa serius masalah tersebut. Berikut tips untuk menjaga diri dan keluarga selama badai geomagnetis dikutip dari Wired.


Beli sangkar Faraday.
Sangkar Faraday adalah sebuah lampiran materi yang menghalangi bidang listrik statis eksternal. Jika konduktor cukup tebal namun lubang lebih kecil dibandingkan panjang gelombang radiasi elektromagnetik yang masuk, maka radiasi tidak akan mampu melewatinya.

Bentuk sangkar itu menjadi alasan mengapa telepon tidak bekerja di dalam beberapa bangunan dan lift, mengapa gelombang mikro tidak melukai, dan mengapa satu potongan timah di kantung atau tas dapat terdeteksi RFID.

Simpan uang Anda di bawah kasur
Sebagian besar bank modern dijalankan dengan sistem elektronik. Uang Anda sebenarnya dicatat di datatabe komputer dan berlokasi di berbagai wilayah. Jika bencana hanya terbatas pada area tertentu, maka tidak menyebabkan banyak masalah.

Namun, kebijakan tersebut tidak dapat dapat dilakukan jika berlangsung secara global. Jika database terganggu karena percikan magnetis matahari, maka begitu pula dengan uang Anda. Maka lebih aman untuk menyimpan uang Anda untuk sementara, bukan di database.

Miliki generator
Medan Daya di Eropa Utara, khususnya Inggris sebenarnya cukup rentan. Gelombang magnetis dengan mudah dapat mengalahkan listrik yang dibangun seluruh dunia. Badai 1989, diperkirakan kurang kuat dibandingkan peristiwa 2013, telah merusak jaringan listrik Hydro-Quebec sehingga menyebabkan satelit lepas kendali dan menghentikan semua bentuk perdagangan di bursa Toronto.

Jangan beribur
Pergi jauh dari rumah tanpa sumber energi lebih berisiko dibandingkan berada di rumah. Bagian dalam pesawat pada dasarnya adalah sebuah sangkar Faraday, tempat penyimpanan medan magnet yang akan menyebabkan kerusakan di dalam sistem navigasi pesawat. Oleh karena itu, sulit atau mustahil bagi pesawat untuk melakukan penerbangan.

Berpergian
Kematian benda elekronik akan terjadi kapanpun tanpa pemberitahuan, sehingga berisiko bila pergi ke suatu tempat dengan kendaraan saat lampu lalu lintas tidak dapat digunakan, ataupun lampu jalan tidak berfungsi.

Perhatikan sekitar
Badai elektronik yang besar akan menciptakan aorora yang luar biasa. Dan ini tidak hanya terlihat di kutub. Selama badai 1989, namun aurora borealis juga terlihat di daerah selatan dan aurora 1859 dianggap paling spektakuler sepanjang sejarah.

sumber inilah.com

Rabu, 08 Desember 2010

Penyebab Bintang Kelihatan Berkedip


Jika malam hari tiba, diatas langit nun jauh disana, bintang-bintang bertaburan indah dengan berkedip. Kerlap-kerlip cahayanya seperti lampu disco, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan seterusnya.

Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi, perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal-hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apa ya itu?


Penyebab utama karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer, menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak, sehingga menimbulkan turbulensi.

Turbulensi bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi, untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.

Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak bergerak-gerak, jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini terjadi, karena adanya refraksi/pembiasan.

Menurut ilmu fisika, ketika berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang, cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata.

Dan karena permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun akan tampak berpindah-pindah.

Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh lapisan udara yang bergerak-gerak.

Akibatnya posisi bintang akan berpindah-pindah. Tetapi, karena perubahan posisinya sangat kecil untuk dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan. Gambar dari APOD berikut menunjukkan, seperti apa perubahan posisi yang dimaksud.


Bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip?


Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan tampak sebagai sebuah titik cahaya, jika diamati dari bumi, bahkan dengan teleskop terbaik yang dimiliki manusia.

Sedangkan planet yang memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang, akan tampak lebih besar dari bumi, karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil saja, kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan sebagai sebuah titik cahaya.

Ukuran piringan ini cukup besar, sehingga turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak berkedip.

Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat, atau saat planet berada di dekat horison, planet akan tampak berkedip juga. Karena pada saat planet berada di dekat horison (sesaat setelah terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam melakukan pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengan gangguan atmosfer paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat meridian.

Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer). Ada yang ingin membuktikan?

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/09/penyebab-bintang-kelihatan-berkedip.html

Keberadaan Planet Gliese 581 Kemungkinan Tidak Ada


Tim astronomi mengumumkan penemuan sebuah planet yang mirip dengan Bumi dan mungkin terdapat kehidupan disana. Tim selanjutnya, melakukan penelitian kembali, dan tidak menemukan bukti, tentang eksistensi dari planet tersebut.

Planet dengan nama Gliese 581, ditemukan mengorbit pada bintang Red Dwarf setiap 37 hari, menurut analisis dari Steve Vogt dari University of California dan Paul Butler dari Carnegie Institution of Washington. Demikian seperti yang dikutip dari New Scientist, Kamis (14/10/2010).


Tidak seperti empat planet yang sebelumnya diketahui berada di sistem bintang Red Dwarf, dan ratusan lagi yang ditemukan di galaksi Milky Way, Gliese 581 berada di tengah-tengah zona aman pada bintang Red Dwarf.


Gliese 581 berukuran sekitar tiga kali besarnya planet Bumi, dengan permukaan berbatu dan inti yang keras, yang mana kemungkinan besar dapat ditempati oleh makhluk hidup.

Tapi mungkin terlalu dini untuk mengklaim sebuah penemuan. Tim kedua yang meneliti telah mencari-cari sinyal dari Gliese 581 di data mereka sendiri, dan gagal untuk menemukannya.

"Kami dengan mudah menemukan planet 'b', 'c', 'd', dan 'e' pada sistem bintang Red Dwarf tapi kita tidak melihat bukti adanya planet ke lima di sistem bintang tersebut, yang mengorbit selama 37 hari," ujar Francesco Pepe dari Geneva Observatory di Swiss.

Dia mempresentasikan hasil temua tim kedua tersebut, pada simposium International Astronomical Union di Turin, Itali.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/10/keberadaan-planet-gliese-581.html

KEADAAN MATAHARI KETIKA SEKARAT MAKA BUMI AKAN LEBUR BERSAMANYA


Setelah Matahari sekarat maka akan mati dengan memakan bumi bersamanya. Kehidupan sendiri sudah hancur sebelum matahari menelan Bumi.

Kabar baiknya manusia punya waktu yang sangat sangat panjang sebelum hal itu bisa terjadi. Sebuah panel ilmuwan pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu, menggambarkan situasi itu pada tahun 2000 dan meyakini masih berlaku.

Para astronom umumnya setuju bahwa matahari akan membakar habis pasokan bahan bakar hidrogen dalam 5 sampai 7 miliar tahun mendatang. Hal itu akan membuat gravitasi memaksa matahari runtuh ke intinya, dan hidrogen yang tersisa menyebabkan matahari mengembang menjadi raksasa merah.


Pada titik ini, matahari akan menelan bumi. "Bumi akan berakhir di bawah sinar matahari, menguap dan bercampur dengan material matahari," kata pakar Iowa State University Lee Anne Willson.

"Bagian dari matahari kemudian akan terlempar ke ruang angkasa, sehingga bisa dikatakan Bumi akan dikremasi dan abunya tersebar ke ruang antarbintang."

Pada saat itu, matahari akan cukup panas untuk membakar semua helium yang disimpan dan ukuran matahari akan berfluktuasi. Matahari tidak cukup besar untuk meledak jadi supernova mengagumkan, sehingga hanya akan runtuh menjadi white dwarf yang relatif dingin.

Kehidupan di Bumi kemungkinan besar sudah lama mati sebelum itu terjadi. Saat sampai tahap raksasa merah, maka matahari akan semakin terang sekitar 10 persen setiap satu miliar tahun. Pada tingkat itu, para ilmuwan memperkirakan bahwa semua air di planet ini akan menguap.

sumber http://www.i-dus.com/2010/12/2014-kamera-belakang-jadi-fitur-wajib.html

Selasa, 07 Desember 2010

Satelit Rhea Milik Saturnus Kaya Akan Oksigen


Penelitian terbaru oleh para ahli astronomi menemukan, bulan nomer urut dua terbesar milik planet Saturnus, atmosfirnya memiliki kandungan oksigen dan karbon dioksida yang kaya.

Pesawat Cassini milik NASA telah mendeteksi atmosfir bulan Rhea, ketika terbang mendekatinya pada bulan Maret silam. Penemuan ini juga menandakan untuk pertama sebuah atmosfir yang kaya akan kandungan oksigen pada satelit planet Saturnus. Demikian yang dikutip dari Space.com, Jumat (26/11/2010).


Atmosfir yang mengandung oksigen diketahui ada pada satelit-satelit alami pada sistem tata surya kita. Sebagai contoh, Europa dan Ganymede, dua bulan milik planet Jupiter ini, juga kaya akan kandungan oksigen di atmosfirnya.

"Kita sebelumnya telah melihat ini ada di planet Jupiter, dan kami telah mengkonfirmasi kalau oksigen juga ada di atmosfir satelit milik Saturnus," ujar pimpinan studi Ben Teolis dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas.

Teleskop angkasa Hubble milik NASA telah mendeteksi kadar oksigen pada atmosfir di bulan Europa dan Ganymede pada tahun 90-an. Pada kedua satelit milik Jupiter tersebut, oksigen keluar dari air es permukaan, yang mana terbagi menjadi hidrogen dan oksigen di bawah partikel-partikel asli dari Jupiter.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/12/satelit-rhea-milik-saturnus-kaya-akan.html

MANUSIA SIAP JELAJAHI SISI GELAP BULAN TAHUN 2016


Pemerintahan Obama telah membatalkan rencana ambisius NASA untuk mengeksplorasi bulan. Akan tetapi tidak demikian dengan Lockheed Martin, perusahaan pertahanan, keamanan, dan teknologi ruang angkasa asal AS.


Dilaporkan, Lockheed Martin akan menggelar misi yang disebut L2-Farside. Misi ini akan mengirimkan pesawat ruang angkasa Orion ke orbit stasiuner yang berlokasi di sisi balik bulan yang tidak terlihat dari Bumi.

Seperti diketahui, efek gravitasi yang terjadi antara Bumi dan Bulan telah memperlambat rotasi Bulan. Ini menyebabkan hanya satu sisi Bulan saja yang selalu dilihat manusia.

Misi tersebut, Lockheed menyebutkan, akan memiliki beberapa tujuan. Awalnya, menggunakan robot, astronot akan mempelajari apa yang ada di Bulan yang belum pernah dilihat oleh manusia sejak misi Apollo terakhir. Selain itu, misi juga berfungsi untuk menguji coba teknologi dan skill yang dibutuhkan untuk menyiapkan misi pendaratan manusia di asteroid, dan kemudian di Mars.

Rencananya, seperti dikutip dari PopSci, 26 November 2011, kapsul ruang angkasa Orion akan diparkir di titik L2 yang berada sekitar 65 ribu kilometer dari sisi belakang Bulan. Gravitasi Bumi dan Bulan akan memungkinkan Orion melayang dan mengambil posisi yang tepat.

Dari sana, Astronot akan menggelar penelitian terhadap permukaan dari jarak jauh, mengumpulkan contoh-contoh bebatuan dan mengamati lembah Aitken di kutub selatan Bulan, yang merupakan salah satu kawah yang tertua di sistem tata surya kita. Dari titik L2, kapsul akan terus berada di garis lurus dengan Bumi dan sisi balik Bulan.

Selain itu, misi jangka menengah itu juga akan menguji coba daya tahan baik kru dan kendaraan selama beberapa kali perjalanan satu bulan sebelum berusaha untuk melakukan misi ke asteroid. Misi yang diperkirakan akan berlangsung selama 6 bulan ini juga bertujuan memastikan kapsul dan tubuh astronot mampu bertahan terhadap radiasi ruang angkasa.

Dengan misi ini, Lockheed dan NASA juga ingin mencoba perjalanan masuk kembali ke atmosfir dengan kecepatan hingga 50 persen lebih tinggi. Uji coba ini perlu dilakukan agar pesawat ulang alik di masa depan dapat kembali lebih cepat dari ruang angkasa.

Terakhir, astronot di misi L2-Farside ini juga akan pergi 15 persen lebih jauh dari Bumi dibandingkan dengan yang dilakukan oleh astronot Apollo dan menghabiskan waktu tiga kali lebih banyak. Intinya, misi L2-Farside merupakan batu loncatan untuk mengetahui stamina manusia dan teknologi yang dibutuhkan untuk melakukan langkah selanjutnya di ruang angkasa.

Tentunya, dalam melaksanakan uji coba ini, Lockheed tidak sendiri. Mereka membutuhkan bantuan NASA untuk mengorbitkan kendaraan tersebut ke ruang angkasa. Jika peluncur jadi dibuat, Lockheed memperkirakan bahwa misi L2-Farside akan dapat digelar pada tahun 2016 mendatang.

source: http://29101996.blogspot.com/2010/11/manusia-jelajahi-sisi-gelap-bulan-tahun.html

Kamis, 02 Desember 2010

PLANET TERPANAS DI JAGAD RAYA

Dalam usaha perburuan planet-planet di luar tata surya kita, para peneliti menemukan planet yang dianggap paling panas. Planet bernama WASP-12b itu menyala dalam suhu 2.200 derajat Celcius, dan mengorbit bintangnya lebih cepat dan lebih dekat dibanding planet lain.

Planet tersebut mengitari bintangnya dalam sehari. Sebagai perbandingan, planet di tata surya kita yang paling cepat mengorbit Matahari adalah Merkurius, yang mengorbit Matahari sekali dalam 88 hari.

Untuk mencapai waktu orbit sedemikian cepat, planet itu berada sangat dekat dengan bintangnya, dengan jarak sekitar 3,4 juta kilometer atau hanya 2 persen dari jarak Bumi ke Matahari.

"WASP-12b adalah benda langit yang menarik karena ia memiliki waktu putar terpendek sekaligus menjadi planet terpanas," kata Don Pollacco dari Queen's University di Irlandia Utara, yang merupakan salah satu peneliti proyek SuperWASP (Super Wide Angle Search for Planets).
WASP-12b adalah planet gas, sekitar 1,5 kali massa Jupiter dan ukurannya hampir dua kali lipatnya. Planet yang mengelilingi sebuah bintang sejauh 870 tahun cahaya dari Bumi ini penting terutama karena memberi gambaran sedekat apa jarak sebuah planet dengan tanpa menjadi hancur.

"Ada batasan jarak karena semakin dekat sebuah planet terhadap bintangnya, pengaruh radiasinya makin kuat dan dalam satu titik, planet tersebut akan hancur mendidih karena panas bintangnya," ujar Pollacco. "Sebelumnya, orang-orang menduga sebagai sesuatu yang mustahil sebuah planet bisa memutari bintangnya dalam sehari dan bisa sedekat itu."

Planet ini juga sedemikian panas sehingga suhunya mirip dengan suhu beberapa bintang. Walau begitu, ia bukanlah sebuah bintang karena massanya tidak cukup besar untuk menghasilkan reaksi panasnuklir yang menjadi ciri sebuah bintang.

sumber: http://isidunia.blogspot.com

Senin, 29 November 2010

Jatuhnya Asteroid Apophis Bisa Hancurkan Negara Eropa


Kemungkinan asteroid Apophis akan menabrak Bumi sangat kecil. Namun jika menabrak Bumi, Apophis bisa menghancurkan satu wilayah dengan luas seperti satu negara Eropa. Peneliti menghitung kekuatan Apophis jika menghantam bumi akan lebih besar daripada yang dihasilkan oleh ledakan simultan dari semua bom nuklir yang ada saat di Bumi saat ini.


Boris Shustov, direktur Institut Astronomi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengatakan dampak potensial tidak diragukan lagi akan memiliki konsekuensi global. "Sebuah benda angkasa dengan diameter 1 atau 2 km akan menimbulkan bencana global bila menghantam bumi. Tidak peduli di mana, di laut atau di darat, konsekuensinya akan berdampak buruk,” katanya.



“Diameter Apophis hanya 270 meter, namun ia mampu melakukan kehancuran melebihi kekuatan merusak seluruh senjata nuklirnya di bumi, perbedaannya adalah bahwa hal itu tidak akan menghasilkan radiasi," katakantor berita Interfax. Apophis adalah asteroid kelas menengah yang berada dalam jarak dekat dengan Bumi. Perhitungan Desember 2004 objek itu punya probabilitas 2,7% menabrak Bumi atau Bulan pada 2029. ilmuwan Rusia itu pada

Namun perhitungan selanjutnya menunjukkan bahwa prediksi itu salah dan Apophis memiliki kesempatan sangat kecil untuk bertabrakan dengan planet kita atau satelit alami bumi kita. Namun, Apophis tetap ancaman karena studi mendapati objek itu bisa menghantam bumi pada 13 Maret 2036.

Sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/994452/asteroid-apophis-bisa-hancurkan-satu-negara-eropa

Teori Baru, Alam Semesta Awalnya Cair

Dalam sebuah eksperimen untuk menumbukkan inti atom timah hitam di Large Hadron Collider di organisasi riset nuklir Eropa (CERN), fisikawan dari tim detektor ALICE termasuk ilmuwan dari University of Birmingham menemukan bahwa alam semesta di awal masa pembentukannya tidak terlalu panas dan padat, melainkan lebih mirip cairan panas.

Dengan mengakselerasikan dan menabrakkan inti atom timah hitam secara bersamaan pada energi yang amat tinggi, eksperimen ALICE membangkitkan sebuah bola api subatomik yang sangat panas dan padat, menciptakan kembali kondisi yang terjadi dalam beberapa mikrodetik setelah Big Bang, peristiwa yang melahirkan alam raya. Para ilmuwan mengklaim bahwa ledakan besar mini ini menciptakan temperatur lebih dari 10 triliun derajat Celsius.

Pada temperatur sepanas itu, material normal diperkirakan akan meleleh menjadi semacam “sup” primordial yang disebut plasma quark-gluon. Hasil pertama dari tumbukan timah hitam ini telah menyingkirkan sejumlah pemodelan fisika teoretis, termasuk satu pemodelan yang memprediksi bahwa plasma quark-gluon yang tercipta pada energi tersebut akan bersifat seperti gas.


Meski riset terdahulu yang menggunakan energi lebih rendah di Amerika Serikat, mengindikasikan bahwa bola api panas yang diproduksi dalam tumbukan inti akan berlaku seperti cairan, banyak pakar memperkirakan plasma quark-gluon akan bersifat seperti gas pada energi yang jauh lebih tinggi.

Para ilmuwan dari School of Physics and Astronomy di University of Birmingham memainkan peran penting dalam fase baru program LHC ini. “Meski masih dini, kami telah belajar lebih banyak tentang alam semesta di awal pembentukannya,” kata David Evans, peneliti utama Inggris dalam eksperimen ALICE. “Hasil awal ini menunjukkan bahwa alam semesta akan bersifat seperti sebuah cairan superpanas setelah terjadinya Ledakan Besar (Big Bang).”

sumber:http://dunia-panas.blogspot.com/2010/11/teori-baru-alam-semesta-awalnya-cair.html

Inilah Permata Terbesar Di alam Semesta

Bintang ini adalah sebuah batu permata terbesar di alam semesta : diamater 4.000 km. Hari Valentine pada 14 Februari akan segera tiba, saat memanjatkan do’a sebagai hadiah, tidak ada salahnya para kaum wanita menunjuk sebuah bintang “BPM 37093” dalam galaksi, sebab bintang ini merupakan batu permata terbesar di alam semesta yang diketahui saat ini : diameter 4.000 km, dan beratnya setara dengan 10 dipangkatkan 34 karat.

“BPM 37093” terletak di Centaurus, jaraknya dari bumi sekitar 50 tahun cahaya, ia adalah sebuah bintang cebol putih, hasil dari bintang tetap kecil yang menuju ke masa akhir evolusi, dan intinya adalah karbonkristal (batu permata) yang berdensitas eksra tinggi, bagian luar diselimuti dengan lapisan hidrogen dan helium.

Sehari menjelang Hari Valentine pada 2 tahun silam, ilmuwan asal Amerika Serikat Micter Kaerf, Monger Marry dari Universitas Combridge, Inggris, dan ilmuwan asal Brasil yakni Kannan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bintang “BPM 37093”, ketika itu Micter dengan nada canda mengatakan : “Meskipun harta kekayaan Sang Raja Komputer Bill Gates plus harta Donald Trump digabung juga tidak akan sanggup membelinya.”


Selama 40 tahun ini, astronom selalu beranggapan bahwa inti bintang cebol putih akan mengkristalisasi seiring dengan turunnya suhu, namun bukti yang akurat semuanya sulit diamati. Micter menghitung intinya memang sudah mengkristal melalui getaran pulsasi “BPM 37093”-nya bintang cebol putih. 5 miliar tahun kemudian, matahari kita juga akan berubah menjadi sebuah bintang cebol putih, dan ditambah lagi dengan beberapa masa, maka yang tampak di pusat tata surya kita saat ini hanya berupa sebuah batu permata raksasa.

Minggu, 28 November 2010

Pengertian Big Bang

Big Bang (atau dalam tejemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.

Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.



Big-Bang dan Alam Semesta yang Mengembang
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.


Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

Kesalahan UmumTentang Teori Big Bang
Orang sering kali salah mengartikan Big Bang sebagai suatu ledakan yang menghamburkan materi ke ruang hampa. Padahal Big Bang bukanlah suatu ledakan, bukan penghamburan materi ke ruang kosong, melainkan suatu proses pengembangan alam semesta itu sendiri. Big Bang adalah proses pengembangan ruang-waktu.(ngobrolaja.com)

Memandang Keindahan Bumi Dari Luar Angkasa




MORE PICTURE


















Kamis, 25 November 2010

Big Bang Mini Ingin Diciptakan Ilmuwan


Sangking penasarannya dengan "The Big Bang Theory", para ilmuwan ingin mengetahui gambaran semesta setelah terjadinya Big Bang. Hal ini dilakukan, untuk mengetahui materi-materi yang ada pada awal mula keberadaan semesta.

Dengan menggunakan akselerator partikel terkuat, Large Hadron Collider (LHC), ilmuwan ingin menciptakan Big Bang mini. Hal ini dilakukan untuk mempelajari materi yang yang pernah ada 14 miliar tahun silam.

LHC dibuat oleh Eropean Organization for Nuclear Research atau labolatorium CERN dekat perbatasan Prancis-Swiss. Mesin ini berada di bawah tanah sedalam 17 mil (27,3 km) di Jenewa.


Partikel dasar dibuat bertabrakan dalam akselerator. Ini membantu ilmuwan memahami lebih lanjut hukum alam. Peneliti berharap dengan menabrakkan ion dalam LHC, mereka dapat menciptakan ulang semesta seperti saat awal tercipta.


Juru bicara CERN, James Gillies mengatakan ketika semesta tercipta, ilmuwan meyakini materi fisik berbeda dengan materi yang kita lihat dan rasa di sekitar kita.

"Materi berada dalam berbagai kondisi, jika Anda membawa material itu ke labolatorium, Anda dapat mendorong elektron dari atom dan kondisi materi (Plasma) lain tercipta," kata Gillies seperti dikutip dari BBC.

Fisikawan berspekulasi, mungkin terdapat materi dalam bentuk lain yang disebut quark-gluon plasma. Peneliti mencoba membuat ulang materi quark-gluon plasma yang akan membantu mereka memahami bagaimana 'materi ini berevolusi menjadi materi yang dapat membuat Anda dan saya'.

Ada Jembatan di Mars

Mars Reconnaissance Orbiter's High Resolution Imaging Science Experiment Camera, atau HiRISE, berhasil memotret sebuah jembatan yang terbentuk secara alami di atas kanal kecil di planet Mars. Kanal tersebut membentang di wilayah knobby yang disebut Tartarus Colles.

Bagaimana kanal tersebut bisa terbentuk masih menjadi teka-teki. Kelly Kolb, dari tim HiRISE, mengatakan kemungkinan kanal itu terbentuk akibat adanya aliran sungai atau air sangat kecil. Sebab, di wilayah itu tak pernah ada sumber mata air.

“Kanal itu kemungkinan terbentuk akibat terjadinya reruntuhan,” ucap Kolb. Adapun jembatan itu, kata Kolb, “kemungkinan merupakan permukaan asli dari dataran itu sebelum runtuh”.

Dia mencatat adanya bagian yang lebih rendah dan memanjang di sisi utara kanal namun tak sedalam seperti bagian lain. Kolb memperkirakan hal itu terjadi saat proses keruntuhan yang mengakibatkan terbentuk jurang yang cukup lebar.


Ketika untuk pertama kalinya gambar tersebut teridentifikasi, Planetary Society's Emily Lakdawalla berspekulasi bahwa kanal tersebut merupakan jalur lahar yang terbentuk di bagian bawah permukaan Mars namun hampir seluruh permukaannya runtuh.

Bekas reruntuhan itu yang kemudian meninggalkan sebuah bentuk menyerupai jembatan. Sedangkan sebagian besar permukaan yang runtuh masuk ke dalam kanal itu. Di bumi, hal itu kerap terjadi yang kemudian membentuk jembatan secara alami.

Jembatan seperti itu juga banyak ditemui di permukaan bulan. Bahkan, NASA's Lunar Reconnaissance Orbiter Camera telah merekan ratusan gambar jembatan di bulan. Dan, seperti halnya jembatan di Mars, material di sekelilingnya jatuh dan masuk ke dalam jurang.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/11/23/brk,20101123-293894,id.html